HARIANEXPRESS, WANITA – Hari kerja yang panjang sering kali membuat tubuh dan pikiran terkuras habis. Namun, kelelahan yang dirasakan sepulang dari kantor terkadang bukan hanya disebabkan oleh beban tugas profesional semata, melainkan akibat kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan tanpa disadari setelah sampai di rumah.
Banyak pekerja mengira aktivitas yang mereka pilih sepulang dari kantor dapat mengembalikan tenaga. Padahal, beberapa rutinitas tersebut justru memperpanjang stres dan membuat tubuh semakin lelah secara mental maupun fisik.
Berikut adalah 5 kebiasaan setelah pulang kerja yang diam-diam membuat tubuh semakin lelah dan stres menumpuk:
1. Langsung Doomscrolling Begitu Sampai di Rumah
Refleks pertama sebagian besar orang setibanya di rumah adalah langsung mengambil ponsel pintar dan menggulir linimasa media sosial (doomscrolling) tanpa tujuan yang jelas. Informasi yang datang bertubi-tubi, ditambah paparan berita negatif, membuat otak tetap berada dalam mode tegang.
Alih-alih merasa rileks, kebiasaan ini justru membuat pikiran menyerap lebih banyak kecemasan. Otak terus-menerus memproses informasi baru yang belum tentu penting, sehingga energi mental semakin terkuras habis di malam hari.
2. Terus Mengulang Masalah Kantor di Kepala (Rumination)
Meskipun fisik sudah berada di rumah, pikiran sering kali masih tertinggal di meja kerja. Seseorang mungkin terus memutar ulang percakapan menegangkan dengan atasan, memikirkan tenggat waktu tugas, atau mengkhawatirkan pekerjaan yang belum selesai.
Fenomena psikologis ini dikenal sebagai rumination. Ketika otak terus-menerus mengulang masalah tanpa mencari solusi yang efektif, tubuh kehilangan kesempatan untuk beristirahat. Akibatnya, rumah yang seharusnya menjadi tempat untuk bernapas lega justru terasa menyesakkan.
3. Membuka Laptop Kembali Hanya “Sebentar”
Niat awal untuk memeriksa surat elektronik (email) kantor atau merapikan sedikit pekerjaan hanya “selama lima menit” sering kali berlanjut hingga setengah jam atau lebih. Tanpa sadar, seseorang kembali masuk ke dalam ritme dan tekanan kerja yang sama.
Kebiasaan ini mengaburkan batas yang jelas antara waktu profesional dan kehidupan pribadi. Pikiran tidak pernah benar-benar berpindah dari mode kerja, sehingga tubuh kesulitan mencapai relaksasi total dan stres terasa tidak ada habisnya.
4. Tidak Memberi Jeda Transisi dari Kantor ke Rumah
Sebagian orang langsung beralih dari kesibukan pekerjaan ke urusan domestik rumah tangga—seperti membersihkan rumah atau memasak—tanpa memberikan diri mereka momen jeda untuk menenangkan pikiran.
Padahal, otak membutuhkan transisi sederhana untuk mengubah suasana hati dari lingkungan kerja ke suasana rumah. Melakukan ritual kecil seperti berjalan kaki sejenak, mandi air hangat, atau duduk tenang selama beberapa menit dapat memberikan sinyal yang jelas bahwa hari kerja telah usai.
5. Mengabaikan Kebutuhan Dasar Tubuh
Setelah hari yang melelahkan, banyak orang memilih langsung merebahkan diri tanpa memperhatikan kebutuhan fisik yang lain. Waktu makan sering kali ditunda, atau justru diganti dengan camilan cepat saji yang kurang bernutrisi.
Meskipun tubuh terlihat sedang beristirahat, proses pemulihan yang sesungguhnya tidak terjadi karena kebutuhan dasar seperti hidrasi, asupan gizi seimbang, dan waktu tidur yang teratur diabaikan. Kondisi fisik yang tidak dirawat dengan baik pada akhirnya akan memperburuk kesehatan mental dan memicu kelelahan kronis.
Mengubah kebiasaan kecil sepulang kerja dapat membantu mengembalikan energi dan membuat malam hari terasa jauh lebih menenangkan. Mulailah membangun batasan yang sehat antara profesionalisme di kantor dan waktu pemulihan di rumah demi menjaga kesejahteraan jangka panjang.











