HARIANEXPRESS – Liburan panjang di Bali memberi Soyou lebih dari sekadar pengalaman wisata. Di tengah yoga, olahraga, kuliner, dan waktu untuk beristirahat, mantan personel SISTAR itu justru menemukan perubahan pada tubuhnya yang membuatnya melihat kembali arti kebugaran dan keseimbangan.
Bagi banyak perempuan, memiliki waktu untuk benar-benar berhenti dari rutinitas bukan perkara sederhana. Kesibukan pekerjaan, tuntutan sosial, hingga berbagai target pribadi sering membuat waktu untuk diri sendiri terasa menjadi kemewahan.
Pengalaman berbeda dirasakan Soyou ketika menghabiskan sekitar satu bulan di Bali. Penyanyi asal Korea Selatan itu menikmati hari-harinya dengan ritme yang lebih santai, mulai dari berwisata, mencoba berbagai makanan, berbelanja, hingga mengikuti sejumlah aktivitas kebugaran.
Perjalanan tersebut ia bagikan melalui kanal YouTube pribadinya, Soyougi.
Terkejut Melihat Angka di Timbangan
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Soyou menimbang berat badannya. Angka yang muncul menunjukkan 49,1 kilogram, yang membuatnya cukup terkejut.
Bukan tanpa alasan. Soyou mengaku selama berada di Bali tidak sedang menjalani program khusus untuk menurunkan berat badan. Ia justru merasa banyak menikmati makanan dan bahkan meningkatkan konsumsi karbohidrat karena ingin menambah berat tubuh.
Namun, alih-alih menjadikan penurunan berat badan itu sebagai pencapaian utama, Soyou memilih mengalihkan perhatiannya pada kondisi tubuh secara keseluruhan.
Ia kemudian menetapkan target untuk meningkatkan massa otot dengan memperhatikan pola makan serta latihan fisik sebelum kembali ke Korea Selatan.
Belajar Tidak Terpaku pada Angka
Cerita Soyou mengingatkan bahwa hubungan perempuan dengan tubuh sering kali jauh lebih kompleks daripada sekadar angka pada timbangan.
Berat badan memang mudah diukur, tetapi tidak selalu mampu menggambarkan kebugaran, kekuatan, maupun kondisi seseorang secara menyeluruh.
Dalam perjalanan kebugarannya, Soyou sendiri terlihat semakin fokus pada bagaimana tubuhnya terasa dan berfungsi, bukan hanya bagaimana tubuh tersebut terlihat.
Pendekatan semacam ini dapat menjadi cara yang lebih sehat dalam memandang perubahan tubuh. Alih-alih terus mengejar standar tertentu, perhatian dapat diarahkan pada kekuatan, energi, kenyamanan, dan kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari.
Menjadikan Liburan sebagai Waktu untuk Self-Care
Selama berada di Bali, Soyou juga memanfaatkan waktunya untuk mencoba sejumlah aktivitas yang dekat dengan konsep self-care.
Ia mengikuti kelas yoga, melakukan latihan peregangan dengan bantuan instruktur, hingga mencoba sound healing sebagai bagian dari aktivitas relaksasi.
Dalam salah satu sesi sound healing, suasananya bahkan begitu menenangkan hingga Soyou sempat tertidur.
Momen sederhana tersebut menggambarkan bahwa merawat diri tidak selalu harus diwujudkan melalui rutinitas yang rumit.
Bagi sebagian perempuan, self-care bisa berarti olahraga. Bagi yang lain, mungkin berupa istirahat, menikmati perjalanan, melakukan aktivitas yang disukai, atau sekadar memberi ruang untuk berhenti sejenak dari jadwal yang padat.
Tetap Aktif Tanpa Kehilangan Kenikmatan Liburan
Hal menarik lainnya dari perjalanan Soyou adalah bagaimana ia tetap menjaga aktivitas fisik tanpa membuat masa liburannya terasa seperti program latihan yang kaku.
Ia tetap menikmati makanan, menjelajahi Bali, dan bersantai, tetapi pada saat bersamaan tetap meluangkan waktu untuk bergerak dan berolahraga.
Keseimbangan inilah yang membuat cerita perjalanannya terasa relevan dengan gaya hidup perempuan modern.
Menjaga kebugaran tidak selalu harus berarti menjalani pembatasan ekstrem. Aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari keseharian tanpa menghilangkan kesempatan untuk menikmati makanan, perjalanan, maupun waktu bersama diri sendiri.
Perjalanan Soyou Menjaga Kebugaran
Perhatian Soyou terhadap kebugaran sebenarnya sudah berlangsung sebelum liburannya di Bali.
Ia pernah mengungkap bahwa setelah menyusun pola latihan selama sekitar satu setengah bulan, massa ototnya bertambah sekitar 1,2 kilogram, sementara lemak tubuhnya berkurang sekitar 5,5 kilogram.
Soyou juga mulai kembali melakukan latihan kardio yang sebelumnya sempat ia hindari karena khawatir kehilangan volume otot.
Seiring bertambahnya usia, ia menyadari bahwa menjaga bentuk tubuh tidak cukup hanya mengandalkan kebiasaan lama. Program latihan yang lebih terstruktur dan disesuaikan dengan kondisi tubuh menjadi bagian penting dalam rutinitasnya.
Berdamai dengan Perubahan Tubuh
Tubuh perempuan terus mengalami perubahan seiring waktu. Berat badan dapat naik atau turun, bentuk tubuh berubah, begitu pula kebutuhan terhadap makanan, olahraga, dan istirahat.
Karena itu, perjalanan menjaga kebugaran sebaiknya tidak berubah menjadi tekanan untuk selalu memenuhi standar tertentu.
Pengalaman Soyou menunjukkan bahwa perubahan tubuh dapat menjadi kesempatan untuk memahami kebutuhan diri dengan lebih baik.
Alih-alih mengejar tubuh yang lebih kecil, ia memilih memperkuat tubuhnya dengan meningkatkan massa otot dan memperbaiki pola latihan.
Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa menjaga diri tidak selalu tentang menjadi lebih kurus, tetapi juga tentang menjadi lebih kuat dan nyaman menjalani kehidupan sehari-hari.
Menikmati Waktu untuk Diri Sendiri
Pada akhirnya, satu bulan Soyou di Bali bukan hanya cerita mengenai liburan atau perubahan berat badan.
Perjalanan itu juga menggambarkan pentingnya memberikan ruang bagi diri sendiri—untuk beristirahat, bergerak, menikmati makanan, mencoba pengalaman baru, dan mendengarkan apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.
Di tengah berbagai tuntutan yang dihadapi perempuan setiap hari, waktu untuk diri sendiri sering kali justru menjadi bagian yang paling mudah diabaikan.
Padahal, merawat diri bukan bentuk kemewahan ataupun sikap egois. Ia dapat hadir melalui keputusan sederhana: tidur lebih cukup, bergerak lebih aktif, menikmati perjalanan, atau berhenti membandingkan tubuh sendiri dengan standar orang lain.
Cerita Soyou di Bali akhirnya menghadirkan pesan yang lebih luas. Tubuh tidak selalu harus dinilai dari angka pada timbangan. Terkadang, yang lebih penting adalah bagaimana seseorang merasa lebih kuat, lebih nyaman, dan memiliki hubungan yang lebih baik dengan dirinya sendiri.