Kamis, 10 September 2026
Hot

Wanita Jepang Pertahankan Angka Harapan Hidup Tertinggi Dunia

Perempuan Jepang tercatat memiliki angka harapan hidup rata-rata tertinggi di dunia pada tahun 2025, memimpin selama 41 tahun berturut-turut. Data dirilis Kementerian Kesehatan Jepang.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TOKYO – Perempuan Jepang tercatat memiliki angka harapan hidup rata-rata tertinggi secara global pada tahun 2025, menduduki peringkat teratas selama 41 tahun berturut-turut.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang merilis data yang menunjukkan bahwa rata-rata harapan hidup wanita Jepang mencapai 87,33 tahun pada tahun 2025. Angka ini menandai peningkatan sebesar 0,2 tahun dibandingkan dengan data yang tercatat pada tahun sebelumnya, melanjutkan tren positif.

Dengan capaian ini, perempuan Jepang secara konsisten menduduki peringkat teratas secara global. Ini adalah posisi tertinggi selama 41 tahun berturut-turut di antara negara-negara yang merilis data terkait.

Untuk pria Jepang, angka harapan hidup tercatat sebesar 81,35 tahun, menunjukkan kenaikan sebesar 0,25 tahun. Peningkatan ini menempatkan pria Jepang di peringkat ketujuh dunia, di belakang negara-negara seperti Swedia, Swiss, dan Italia.

Article ad in the middle of article

Perbandingan data tahun 2025 dengan tahun 2024 menunjukkan adanya pergeseran dalam faktor penyebab kematian. Persentase kematian yang disebabkan oleh kanker, COVID-19, dan penyakit jantung dilaporkan mengalami penurunan yang signifikan.

Di sisi lain, proporsi kematian yang berkaitan dengan pneumonia dan usia lanjut justru tercatat mengalami peningkatan. Dinamika ini memberikan gambaran komprehensif tentang kesehatan populasi Jepang.

Sebelumnya, tren angka harapan hidup rata-rata cenderung menurun, terutama karena meningkatnya kematian akibat virus korona. Namun, pada tahun lalu, terjadi perubahan penting.

Angka harapan hidup rata-rata, baik untuk pria maupun wanita, berhasil melampaui capaian tahun sebelumnya. Ini merupakan pertama kalinya dalam dua tahun terakhir tren penurunan tersebut berbalik.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan menyatakan bahwa angka harapan hidup saat ini masih sedikit di bawah tingkat sebelum pandemi COVID-19. Meskipun demikian, dampaknya terhadap harapan hidup diyakini berkurang secara signifikan.

Penurunan jumlah kematian akibat COVID-19 menjadi faktor utama di balik keyakinan ini. Kementerian melihat perbaikan substansial dalam penanganan pandemi.

Secara keseluruhan, Kementerian menegaskan bahwa angka harapan hidup yang dicapai Jepang, baik untuk pria maupun wanita, termasuk yang tertinggi di dunia. Kondisi ini secara jelas mencerminkan tingginya standar layanan kesehatan dan kesejahteraan di negara tersebut.

Article ad after last paragraph